Langsung ke konten utama

Postingan

Kala Rindu Menyapa

Rindu itu sesuatu yang munculnya secara tiba-tiba. Kalau nggak tiba-tiba, bukan rindu namanya. Rindu itu soal rasa terbiasa. Rasa terbiasa yang mau tidak mau harus tergantikan oleh jarak dan waktu. Dan kini, aku rindu saat-saat dimana aku bersama mereka. Pertemuan untuk pertempuran yang dimulai kala langit masih gelap hingga kembali gelap lagi. Pertemuan dengan background tujuan yang aku yakin pasti berbeda masing-masing dari kami. Tapi meskipun beda, toh pada akhirnya tetap sama. Ujungnya tetap seragam, yaitu sebuah perjuangan. Dulu, aku tidak mengenalmu, tidak mengenal kalian, tidak mengenal kita. Tapi kini, kapan ada aku, ada kamu, ada kita? Yah, tidak ada persahabatan tanpa kerinduan. Rindu teman-teman co-fast agro, khususnya agro barat, khususnya lagi gugus pertanian :)

Senja bunga tidur

Bagimu, apa arti sebuah mimpi? Percayakah kamu pada bunga-bunga tidur yang selalu muncul dan sulit untuk diambil maksud dari setiap jalan ceritanya? Sebagian orang menganggap, mimpi itu hanya halusinasi saja. Ada juga yang bilang, mimpi itu bisa jadi sebagian dari godaan setan. Huallohualam.. Tapi bagiku, setiap mimpi adalah pertanda dariNya. Tak jarang maksud dari mimpi itu adalah sebuah peringatan. Tidak setiap tidur kita berjumpa dengan mimpi. (Contohnya saja aku yang termasuk kategori doyan tidur, hahaha.. ). Tapi ada satu tempat dimana setiap aku tidur disana, mau pagi siang sore malem, pasti ketemu sama mimpi. Dimana itu? Dirumah. Jadi, ceritanya kemarin sore aku tidur dirumah dan mimpi sesuatu. Seperti ini mimpinya.. cekidot ---> Dalam beberapa waktu terakhir ini aku punya banyak temen baru. Sebagian diantaranya bahkan bisa dibilang tersaring jadi sahabat, temen curhat dan "teman-teman yg lain". Nah, salah satu diantaranya ada yang tetiba muncul dimimpiku. Dia ...

Best friend : Lima belas

            Ada awal pasti ada akhir. Benar begitu? Menurut kalian lebih susah mengawali atau mengakhiri? Ah, lalu bagaimana dengan mengawali setelah mengakhiri? Apakah pertanyaan sesederhana itu cukup dijawab dengan ‘mudah’ atau ‘susah’ ?             Jika menurut kalian lebih mudah mengawali, lalu bagaimana cara mengawali kembali hubungan setelah kita mengakhiri? “hai, gimana kabarmu?” “lagi sibuk apa sekarang?” atau “maafin aku ya?”. “Pfftt basi banget nggak sih pertanyaan kayak gitu?” Mungkin seketika itulah kalimat yang terlintas dipikiran kita. Seketika itulah otak dan hati secara sinkron mengirim sinyal yang sama, ‘untuk apa awal jika sudah berakhir?’.             Tahukah kamu? Agamaku melarang umatnya memutuskan tali silaturahim. Agamaku melarang umatnya saling dendam. Kenapa harus ada larangan seperti itu kau tau? Agar tidak ada ...

Tetaplah Menjadi Tempat Berhati Nyaman (Untuk Menunggu)

Siang ini cerah ya. Menatap langit GSP dari gedung sebelah. Aku selalu suka tempat ini. Tempat yang diasusmsikan sebagai tempat anak-anak rajin, menjemukan, membosankan dan ‘apa asyiknya?’. Tapi bagiku, banyak cerita tanpa suara di tempat ini. Dulu, kurang lebih satu setengah tahun yang lalu, tempat ini selalu menjadi tempat berlabuh anak-anak baru yang baru saja dikenalkan ‘dunia laporan’. Namun berbeda denganku. Aku mengenal tempat ini bukan karena sesuatu berlatar belakang akademik. Entahlah, karena apa. Entah apa yang mengenalkanku pada ‘Perpus pusat’ ini. Kau lihat, tanpa menanti senjapun GSP selalu nampak indah. Hemh, kupikir pesan semalam akan terbaca. Terkadang aku memang konyol. Ah, bukan terkadang lagi. Sering, bahkan mungkin jiwaku memang jiwa konyol ya. Novel-novel fiktif yang selalu menyajikan dunia penuh dengan kebetulan, penuh dengan kejutan telah menghipnotisku mengamini hal itu. Nyatanya, takdir tak semudah dunia novel. Waktu tak sesingkat tiap anak sub babnya. Da...

Komentator Kacang

            Satu dua menghujat, sisanya tak mau kalah. Seperti mereka paling benar, seperti mereka paling pintar. Tapi, tau apa mereka situasi sebenarnya dilapangan hijau itu? Jelas dua kubu pemain lebih mengerti apa yang harus mereka lakukan. Jelas dua kubu pemain lebih paham, lebih terlatih, lebih mengerti bagaimana mencetak gol. Hanya saja terkadang mencetak gol itu bukan hal  mudah, tergantung lawan.  Butuh usaha meski terkadang harus  terjatuh, cedera, tapi harus bangkit lagi, berlari untuk satu kata. Menang.             Tapi bagi para komentator kacang, mana peduli mereka dengan usaha para pemain. Yang mereka tau hanya duduk manis , menonton, cemooh sana cemooh sini, “Bodoh, seperti itu saja tidak bisa”.             Filosofinya sama dengan hati. Kasus disini tak jauh beda seperti sebuah lapangan sepak bola yang diisi dua kubu. Dan lagi-lagi,...

Orang Pertama

Kata mereka, dalam hidup, kita harus bertemu dengan 2 orang. Pertama, orang yang kau cinta namun tidak mencintaimu. Darinya kau akan belajar bahwa tidak semua hal itu benar. Tidak semua hal yang indah dan membuat jantung berdegup kencang berarti takdirmu. Tidak semua hal, sepayah apapun kau… Sepertinya aku sudah bertemu dengan salah satunya.

Tinta Pena (dalam surat) untuk Sahabat

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Selamat malam, sahabatku. Bagaimana kabarmu? Ah, sepertinya lama sekali ya kita tidak berjumpa. Berjumpa dalam sapa. Malam ini, tepat pergantian hari menuju dini. Dimana doa terbaikku selalu teriring untuk persahabatan kita. Yah, kurang lebih satu setengah tahun yang lalu ‘persahabatan’ itu lahir. Aku masih ingat, kamu adalah salah satu teman satu kelas yang paling sulit melempar senyum ketika disapa (bahasa bekennya : congkak juga ). Orang paling antik. Orang paling pinter karena sering nanya waktu dosen menerangkan. Dan ‘orang paling-paling’ lainnya menurutku saat awal dulu. Lalu dimulai pada sebuah momen konyol, dimana ikatan persahabatan itu kemudian muncul diantara kita. Dan selanjutnya, serentetan kebersamaan tumbuh bak ikatan persaudaraan. Belajar bareng, main bareng, seneng bareng, sedih bareng. Oh iya, kamu masih ingat saat itu? Kalau tidak salah sekitar satu tahun yang lalu. Aku pulang dengan menenteng sketch book norak yang akan ku berikan pa...