Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motivation Story

Koin di Era 4.0

15.30 : Jalan Raya Bogor. “ jangan menyerah ohhh…” Tiga pengamen beratribut gitar dengan bekas air minum dalam kemasan terpasang diujungnya, berada di depanku membawakan lagu D’Masiv “Jangan Menyerah”. Sangat jarang menemukan pengamen membawakan satu lagu full, terlebih dibawah perempatan lampu merah yang harus berpacu dengan waktu serta rintik hujan yang tinggal menunggu hitungan menit lagi jatuh ke tanah. Yang kerap kali ada dipikiranku ketika ada pengamen datang menghampiri suatu gerombolan adalah mereka akan memberi uang agar pengamen lekas pergi, atau menunggu sampai pengamen selesai bernyanyi baru diberi uang? Dan berdasarkan pengamatan, rata-rata opsi pertama lebih banyak dipilih, entah barangkali mereka tidak terlalu suka musik atau kehadiran pengamen dirasa menggangu quality time mereka. Aku sendiri lebih suka opsi kedua, kalau perlu sampai membawakan satu album baru diberi uang hehehe… Ku rogoh saku jaketku dan menemukan satu koin uang 500 rupiah, lalu ku mas...

Takdir dan Rejeki yang Akan Tetap Tersampaikan

Ini adalah cerita beberapa hari lalu saat makan siang di salah satu kantin kampus, depan GWW. Cuaca lumayan terik-terik mendung dengan pengunjung kantin yang tidak terlalu padat, mungkin karena lokasinya jauh dari ruang-ruang kelas, atau bisa jadi karena harganya yang kurang pas karena sekali makan disana bisa dipakai dua kali makan nasi warteg di luar kampus hehe.. Sedikit kesulitan bagiku menyesuaikan makan disini. Beberapa mayoritas makanan berkuah pasti bersantan, sedangkan dalam sehari minimal sekali saja, biasanya aku makan makanan berkuah disamping sayur, dan berita buruknya adalah aku sangat tidak suka santan.. Hmm meuni riewuh pisan urangnya :( Akupun memutuskan memilih soto kuah bening walaupun tidak sebening kuah soto di jawa regional tengah. Duduk sendiri di salah satu bangku dengan menghadap jalan yang berseberangan dengan tempat parkir mobil. Saat itu, dari arah kanan tempatku duduk, terlihat dua orang tengah berjalan perlahan. Seorang wanita dan laki-laki. Dari...

Sekarung Salak dalam Bus

Entah berapa suhu udara untuk dua hari ini. Rasanya begitu haredang. Dibeberapa update story instagram atau whatssap yang kuadapati dari netijen yang berkeluh tentang suhu udara yang sedang meningkat. Kupikir ini hanya hawa ibu kota yang membuatku sedikit tidak betah. Long weekend, macet. Yah, sesuatu yang begitu mahal dari kehidupan ibu kota adalah waktu dan kesabaran. Sedikit ingin berbagi kisah sederhana yang kutemukan siang tadi, diperjalanan pulang menuju Cianjur. Pertama kalinya naik bus dari dari terminal Kampung Rambutan yang ternyata lumayan luas dan lumayan membingungkan karena kebanyakan adalah trayek bus jurusan antar provinsi. Untung ada si bapak ojek online berbaik hati mengejarkan bus yang sudah beranjak melaju keluar terminal. Alhamdulillah, jadi bisa langsung dapat bus tanpa harus menunggu. Di perjalanan meninggalkan terminal, pedagang berjualan silih berganti. Dari yang jualan makanan, pernak pernik, barang yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal. Yah namanya j...

Kisah Malam : Penjual Tahu

Malam ini, aku ingin sedikit berbagi cerita. Peristiwa ini kudapat sekitar beberapa jam yang lalu. Berawal dari ketika tadi aku memutuskan makan di salah satu chinese food langganan di dekat kampus sanata dharma. Nggak tau kenapa, tiba-tiba saja pengen jajan diseberang jalan, kawasan pedagang kaki lima mangkal dengan gerobak dorong mereka. Jajan bukan untukku, tapi tiba-tiba lagi juga rasanya sebelum pulang pengen mampir agro sambil bawain makanan kecil. Yah sekali-kali. Entahlah, sepertinya hari ini lagi “tiba-tiba pengen” banyak hal.             Kadang sih kalau lagi makan didaerah sana memang sering mampir jajan. Seringnya beli piscok, tapi karena kurasa tadi udah malem dan ngga baik makan yang manis, jadi aku pilih yang lain (padahal jajan juga bukan buat aku hehehe). Lalu berhentilah disalah satu gerobak pedagang jualan tahu (bukan tahu bulat tapi). Kebetulan ngga antri, sebelum aku cuma ada satu pembeli. Lalu si bapak penju...

Di Kereta : Sepasang Mata Buta

Menuju Jogja, pukul senja. Kisah ini terjadi di dalam sebuah kereta jurusan Solo-Jakarta, tepatnya tiga hari lalu. Sebenarnya aku ingin menulis sesaat setelah aku mengalami kejadian itu, tapi perlu beberapa waktu untuk merenungkannya hingga dapat ditata menjadi sebuah tulisan yang semoga jika kamu berkenan membaca, kamu paham tentang apa yang ingin aku sampaikan. Tiga hari lalu, aku menghadiri acara wisuda salah satu sahabat SMA yang ada di Solo. Sebenarnya tidak layak disebut "menghadiri", karena ku tau bahwa prosesi wisuda telah selesai pukul 12.00, sedangkan aku berangkat dari Jogja pukul 13.53. Alhasil, hanya ada waktu kurang lebih satu jam untuk bertemu dan sekedar memberi selamat "telah sah menjadi sarjana", dan itupun dirumah, bukan di kampus. Dia salah satu orang terdekat selama kurang lebih tujuh tahun terakhir, dan aku sudah berjanji akan datang ke acara sakral akhir masa kuliahnya jauh-jauh bulan yang lalu. Jadi bagaimanapun kesibukan yang tengah mende...

Ucapanku, doaku dan masa depanku

Tak terasa satu tahun berlalu begitu cepat. Dan hari ini, untuk kali kedua aku menghadiri omptf SMA ku. Sangat banyak yang berubah dari mantan sekolahku ini. Bangunan depan, aula, parkiran, semua dirobohkan. Renovasi. Entah akan disulap seperti apa. Imbasnya? Sistem acara tahun ini sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Maklumlah, keterbatasan tempat. Sedikit kurang efektif memang. Tapi ya, usaha panitia sudah luar biasa banget lah kalau menurutku. Tahun ini, sebenarnya bukan tahunku lagi untuk show up (maksunya presentasi) di depan siswa kelas 3. Tapi karena kami (seluruh alumni smanra yang melanjutkan study di UGM) adalah keluarga, event tahunan seperti ini wajib diikuti semua angkatan, baik yang masih unyu-unyu, nyaris wisuda, sampai yang sudah lulus dan menyandang gelar sarjana. Aku datang pukul setengah 8. Waktu yang sangat pagi untuk periode liburan seperti ini. Penampilan-penampilan baru nampak lalu lalang. Mayoritas adalah anak 2013, adek kelas satu tingkat diba...