Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tjatatan Peternakan

Tjatatan Peternakan: Daging Kerbau di Bakso ku (?)

Ramadhan ke-6 Tiada ramadhan terindah selain melewatinya bersama keluarga, menikmati masakan Ibu salah satunya. Barangkali, ramadhan tahun ini adalah salah satu ramadhan terbaik, dimana aku masih diberi kesempatan untuk menjalaninya dengan kemudahan, tubuh yang sehat dan lingkungan yang menunjang banget untuk memaksimalkan ibadahku selama sebulan kedepan. Kebetulan hari ini aku pulang dan Ibu masak menu kesukaanku, bakso. Salah satu kebiasaan Ibu dan kakakku tiap belanja bakso di pasar adalah selalu menanyakan “ kalau bakso merek ini aman ga?” Sedikit paham beberapa merek bakso-bakso yang biasa dijual di pasar becek khususnya daerah Jabodetabek. Dulu jaman masih kerja, kadang kerap bawa sampel-sampel bakso pasar untuk sekedar cek formalin dan boraks. Harga murah, ukuran besar, umur simpan lama, itu yang diinginkan konsumen pasar, dengan ketidak pedulian, acuh dan masa bodoh soal kandungan apa aja sih yang sebenernya ada di dalam bakso dengan kriteria seperti yang mereka ingi...

Tjatatan Peternakan : Ketika Ayam adalah Koentji

Ini adalah tulisan pertama tentang dunia peternakan di blog ini. Dulu jaman semester awal kuliah, saat masih aktif menjadi anggota redaksi organisasi pers (eaaakk), menulis berita peternakan sudah jadi hal wajib. Tapi ya, menulis dengan deadline dan bahasa yang kaku itu itu seperti rasa cinta yang dipaksakan. Hmm.. ********** Beberapa hari terakhir, berita kenaikan harga ayam dan turunannya melonjak cukup fantastis. Update info kemarin dari teman, untuk harga ayam hidup dengan berat 0,7-1kg berkisar Rp 36.500, sedangkan untuk boneless dikisaran Rp57.000-Rp65.000. Hmm, padahal 4 bulan lalu, untuk harga boneless masih ada dikisaran Rp37.000. Begitupun harga telur. Untuk saat ini harga telur di pasar berada dikisaran Rp28.000-Rp30.000/kg, bahkan lebih. Lebih miris lagi, dari berita yang saya peroleh beberapa hari lalu, di Ternate bahkan harga 1kg telur mencapai Rp40.000. Wow! Kira-kira, kenapa hal tersebut bisa terjadi? Seperti yang kita tau, biaya produksi terbesar dari pe...