Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Melodi Dini Hari

Bernyanyilah sekencangnya jika itu membuatmu lega Berteriaklah hingga parau jika dengan itu sesakmu berkurang Jangan risau meski jarum jam terus beranjak ke dini hari Tak perlu tak enak hati riuh berkompetisi dengan jangkrik Teruslah bernyanyi walau tak bermelodi Kulihat satu persatu raut gundah menghitung hari Menerima imbas ke khilafan atas konsekuensi ketidak adilan dari aturan manusia tingkat atas Yah.. tidak pernah ada makhluk yang adil Keadilan hanya milikNya Menyaksikan satu persatu membawa amplop tanda menyerah Kalah atas kenyataan bahwa rakyat bawah selalu salah Lusa, lorong ini akan semakin sunyi Tidak ada lantunan ayat-ayatNya selepas maghrib Tidak ada genjreng senar gitar tengah malam Saatnya satu persatu pulang Bukan karena ingin, tapi tak ada pilihan selain harus Sampai jumpa lagi Kawan-kawanku.. Cikalong Kulon, 23.16 WIB

Sepasang di Bulan Juli

Dengarkanlah, ini kisah tentang suatu hari Yang ku tulis dan akan kubacakan beberapa lembar Untukmu saja yang ingin mendengar, begitupun yang ingin menutup telinga Seorang lelaki menulis sajak dijendela kereta, Imbas atas kegundahan dua pendakian, Dan kegagalan sebuah perjumpaan, Seorang perempuan menempuh sebuah perjalan didalam kereta Menuju negeri antah berantah yang belum pernah ia singgah Tenggelam ditengah lautan manusia diujung stasiun Berjalan sendiri melewati jembatan penyeberangan Menanti ojek dipengkolan Menerpa debu dan terik matahari mengejar waktu sholat jumat Seorang lelaki berjalan menaiki anak tangga, Berbalut kemeja putih dan sepotong celana kain hitam, Dan seorang perempuan kecil duduk menanti dikursi kayu lantai tiga, Tidak ada rangkaian bunga, Tidak ada kado dan juga bingkisan seperti yang lainnya, Hanya ada seorang perempuan  yang menempuh jarak untuk pertemuan pertama, Tiada hari seindah hari itu bukan? Tiada...