Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita Bersambung

My First

 BAB 3 Resah   Aku ingin berjalan bersamamu, dalam hujan dan malam gelap… Membuka instagram dan melihat postingan story seseorang yang nampak tengah hanyut dalam melodi-melodi konser yang sepertinya sudah lama dirindukan, dengan caption “Terbayar sudah rindu itu: Peneduh Cabang Bulaksumur” Aku tersenyum, seketika ingat dulu, 7 tahun yang lalu mungkin, jaman senang-senangnya nonton konser Payung Teduh. Dari satu tempat ke tempat lain, tidak terlewat menonton, asal gratis hehe. Sayang, sang vokalis, Mas Is memutuskan hengkang di tahun 2017. Meskipun telah berganti personel, bagiku nyawa Payung Teduh tetaplah Mas Is~ Ah, ternyata, ada yang suka Payung Teduh juga. Adi, teman kecilku.   *****   Solo, 18 tahun yang lalu. “Yang mana?”, Suara seorang ibu muda dibalik pintu depan kelas, riuh tenggelam bersaing dengan euforia murid berhamburan selepas bel pulang sekolah usai “Yang itu”, Kata seorang anak laki-laki disampingnya, memberi jawaban sambil menunju...

1k km : Tugas 1

Ini adalah waktu dimana seharusnya aku nyambi belajar karena besok UTS atau ngerjain tugas yang dari kemarin ngga digarap-garap atau ngerjain proposal yang sama sekali ngetik sekata pun belum. Tapi magnet untuk menulis dikereta sungguhlah godaan yang tak tertahankan,setelah sekian dekade tidak menulis. Cuaca yang mendung, pemandangan di sepanjang perjalanan yang dipenuhi jajaran para petani yang tengah menyambut padi yang mulai menguning tanda panen raya, serta lagu berlari tanpa kaki the overtunes yang menambah kesyahduan hati yang rasanya mudah sekali untuk terbolak-balik. Dikereta, menuju Jogja. 30 Maret 2019 Dulu lucu sekali melihat kisah cinta orang-orang yang tetap bersikeras mempertahankan hubungan mereka meski terhalang oleh keyakinan. Sekeras apapun berusaha menerima keyakinan satu sama lain, mengamini bahwa cinta itu fitrah dan perbedaan bukanlah halangan, tapi tetap saja, kepercayaan masing-masing terhadap penciptaNya berbeda, Tuhan mereka berbeda. Mau mema...

Tjatatan 1 : Hari Ke Empat Bulan Sepuluh

Tulisan ini bermula dari beberapa menit yang lalu, usai mendengar tausiyah ustad Hanan Attaki di channel youtube. Walaupun sebenarnya, tema tersebut sudah pernah saya tonton sebelumnya, tapi mungkin kala itu sedang tidak ada keinginan untuk menulis, jadi yaa.. terlewat begitu saja. Seperti biasa, ustad Hanan selalu mengisi tausiyah di majelis taklim yang mayoritas memang jamaahnya kalangan muda. Di data tercatat, jumlah pendaftar sebanyak 2000 orang, tapi ternyata yang hadir lebih dari 3000 orang. Kemudian beliaupun berkata, “Subhanallah, begitu luar biasanya Allah membolak balikkan hati hambaNya, yang tadinya mungkin 1000an orang tidak ada keinginan untuk mengikuti majelis taklim, tapi kemudian digerakkan hatinya untuk hadir. Begitu banyak orang saja Allah mampu untuk membolak balikkan hatinya, apalagi jika membolak balikkan dan menggerakkan hati yang hanya   satu orang...” ********** Tjatatan 1           ...