Terasa aneh ketika tiba-tiba ingin menulis random tentang cinta. Rasanya asing meskipun dulu setiap kata apapun yang muncul pasti akan langsung terhubung dengan cinta. Jejak-jejak digital yang kadang sungguh membuat malu, dan tidak habis pikir, "kok bisa dulu sampai seperti itu", yang tentu dibaca ulang dan dibayangkan sembari mengingat kembali momennya sambil tertawa. Tidak ada yang disesali dari setiap fase hidup. Dengan melihat kebelakang dan merasakan perubahannya, berarti kita tau, bahwa diri ini telah berproses. Menuju kemana? Ya entahlah, kita tidak pernah tau apa yang ada di depan. Akan bertemu dengan lingkungan seperti apa yang akan merubah dan membentuk kita kembali. Namun yang pasti, semua ingin berubah menjadi lebih baik. Meskipun kadar baik atau buruk tidak pernah ada standarnya (?) Cinta, jodoh dan pernikahan . Nampaknya ini menjadi istilah-istilah keramat terlebih bagi wanita yang sudah menginjak usia hampir kepala 3 namun belum menemukan titik terang dari sal...
Laga Piala Asia U23 telah berakhir, tapi rasa-rasanya masih belum moveon dari kekalahan . Sepanjang hidup menonton sepak bola Indonesia, rasanya baru kali ini begitu semangat. Memang tidak selalu mengikuti di setiap matchnya, hanya event-event seperti AFF, Asian Games atau Sea Games, itupun paling hanya main 2-3 kali saja dalam satu turnamen. Pertama mengikuti sepak bola era Shin Tae Yong jaman COVID, saat Indonesia memperoleh gelar runner up di laga AFF di Singapura. Euforia mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia mungkin didukung juga oleh kemudahan akses sosial media yang selalu menyulut gelora. Seperti twitter (X) misalnya. Menyaksikan laga sepak bola dengan sesekali melihat live post akun bola di twitter (X), berasa nobar dengan kebebasan memuja dan menghujat seakan lupa bahwa supporter online bukanlah pelatih ataupun komentator. LOL Sepak bola Indonesia memang sedang mengalami perkembangan. Perlu diakui, peran besarnya adalah karena banyaknya kehadiran pemain naturalisasi. ...