Langsung ke konten utama

Postingan

Tetap semangat, kawan

Bagiku dia salah satu sahabat yang luar biasa. Suara lantangnya, semangatnya. Dia sahabat yang apa adanya. Selalu menebar keceriaan diantara kami. Iya, kami. Sahabat dari semester satu. Bagiku, teman satu angkatan disini sudah seperti keluarga, dan dia sudah ku anggap seperti keluarga terdekat. "Din TA in ya" "Din ada materi?" "Din pinjam buku dong" "Din kosmu belum pindah kan?" Tetap semangat ya sahabatku. Semoga kamu selalu diberi kekuatan dan ketabahan olehNya. Semoga ibundamu mendapat tempat terbaik disisiNya. Amin.

(Bukan) Menanti sebuah Lotre

Jika kau takut akan gagal, maka jangan memimpikan keberhasilan. Jika kau takut akan beratnya medan, maka teruslah bersembunyi dibalik tirai besi yang tidak akan membawamu kemanapun. Jika kau takut menatap jalan yang ada di depanmu, maka pejamkanlah mata. Dan yang kau temui hanyalah gelap. Jika kau takut untuk maju, maka mundurlah, putar balik dan berlarilah ke belakang. Maka kau tak akan pernah sampai ketempat tujuan. Jika kau tidak berusaha, tidak akan ada yang berubah ketika kau bangun dari tidurmu esok hari. Jika kau masih berada pada zona keraguan tanpa usaha memantapkan pilihan, tidak ada kebenaran hari esok dan masa depan. Jika kau berpikir tidak akan bisa, maka selamanya tidak akan kau rasakan tetesan keringat syukur atas doa dari keyakinanmu kepada TuhanMu. Jika kau berpikir bahwa ini hanya sekedar "mencoba, siapa tau untung", maka kamu tidak akan pernah menemukan makna dibalik proses. Hari esok adalah sesuatu yang harus diusahakan, dimantapkan, diyakini dan d...

Ucapanku, doaku dan masa depanku

Tak terasa satu tahun berlalu begitu cepat. Dan hari ini, untuk kali kedua aku menghadiri omptf SMA ku. Sangat banyak yang berubah dari mantan sekolahku ini. Bangunan depan, aula, parkiran, semua dirobohkan. Renovasi. Entah akan disulap seperti apa. Imbasnya? Sistem acara tahun ini sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Maklumlah, keterbatasan tempat. Sedikit kurang efektif memang. Tapi ya, usaha panitia sudah luar biasa banget lah kalau menurutku. Tahun ini, sebenarnya bukan tahunku lagi untuk show up (maksunya presentasi) di depan siswa kelas 3. Tapi karena kami (seluruh alumni smanra yang melanjutkan study di UGM) adalah keluarga, event tahunan seperti ini wajib diikuti semua angkatan, baik yang masih unyu-unyu, nyaris wisuda, sampai yang sudah lulus dan menyandang gelar sarjana. Aku datang pukul setengah 8. Waktu yang sangat pagi untuk periode liburan seperti ini. Penampilan-penampilan baru nampak lalu lalang. Mayoritas adalah anak 2013, adek kelas satu tingkat diba...

Sehelai rasa ikhlas

Jika ikhlas itu semudah memotong rambut, pasti helai demi helainya sudah menggunung sekarang. Ikhlas, mengikhlaskan, diikhlaskan. Kata yang sederhana tapi realisasinya,  Rumit. Jika ikhlas itu semudah memotong rambut. Tidak peduli berapa lama kita memanjangkannya. Tidak peduli berapa shampo, berapa conditioner, berapa receh kita habiskan untuk merawatnya. Tidak peduli berapa detik terbuang untuk menyisirnya setiap hari. Tidak peduli berapa banyak belaian yang diberikan untuknya setiap kali didepan kaca. Jika ikhlas itu semudah memotong rambut. Tidak perlu menunggu hitungan jam, satu dua helainya akan berjatuhan meninggalkan akar tempatnya bergantung, tempatnya merasa nyaman, terasa terlindungi. Tiada peduli. Jika ikhlas itu semudah memotong rambut. Bukankah sesudahnya akan terasa lebih ringan? Bukankah sesudahnya akan terlihat lebih rapi? Bukankah sesudahnya akan terasa lebih mudah untuk diatur? Jika ikhlas itu semudah memotong rambut. Hanya perlu memulainya dari awal. Hanya p...

Doamu, doaku, doa kami (untuk ibu)

Libur semester, tak terasa waktu melesat begitu cepat. Sudah satu setengah tahun aku tidak tinggal satu atap dengannya, tidak bisa menatap raut wajahnya ketika mata ini mulai terbuka dan terpejam, menyantap lauk sederhana yang selalu disediakannnya setiap hari di meja makan. Ibu, bagaimana kabarmu menjalani hari-hari ini sendirian? Liburan ini, saat yang tepat menghabiskan waktu untuk menemaninya. Siapa lagi putrinya yang akan sering menjenguknya sebentar lagi ? Bahkan janjiku kala itu, akan sering pulang tatkala weekend gagal kupenuhi. Maafkan aku, ibu. Liburan kali ini, usiamu hampir kepala lima. Dan sebentar lagi putri sulungmu akan menjemput impiannya di luar kota. Jauh, jauh dari rumah. Itu artinya, tanggung jawabku kini sebagai putri satu-satunya yang terdekat, yang harus melindungimu. Ibu, usiaku 19th sekarang. Putri kecilmu sudah besar. Menjalani hidup hanya berdua sejak 6th terakhir. Yah, hanya berdua. Satu setengah tahun. Aku yang selalu merasa terlalu sibuk dengan hidup ...

Tanyaku, Jawabku

  Redup, masih sama seperti sejam lalu, sehari lalu, sebulan lalu dan se tahun lalu. Lamunku yang begitu absurd, anganku yang mustahil dari kata terwujud. Bongkahan masa lalu yang semakin terbenam, tergilas roda waktu kejam yang tiada pernah menghentikan rotasinya..             Hai, bagaimana kabarmu hari ini?   Masih bolehkah aku merindu? Masih bolehkah ku pejamkan mata dan mengulang kembali perjalanan ‘kita’? Bayangan itu tak bisa berhenti, bahkan selalu mengejar hingga letih ragaku berlari, hingga goyah kakiku melangkah, menopang sisa tubuh ringkih menemukan jalan keluar.   Kenangan itu tak pernah pudar, meski lelah ku hapus dengan segenap peluh mengucur deras tiada usai. Rasa itu tak penah hilang, bagai terpatri ribuan rantai besi hingga tiada satupun makhluk dapat membukanya. Jangankan membuka, menyentuhpun terlalu sulit. Hai, apa kamu baik-baik saja hari ini? Layaknya seekor ulat kecil yang ja...

Bukan Salah Ilalang

Entah sudah berapa jam aku tepekur disini, mataku sembab, pipiku basah oleh rintik air mata. Pukul 11 malam sekarang. Dinding kamar terasa begitu dingin meski diluar tidak hujan,   tak juga berangin badai.   Aku masih terus terisak dikala semua tak bergeming. Aku sangat kalut ketika semua bermulai tanpa awal. Tanpa alasan kenapa ia tumbuh begitu saja, tanpa berniat untuk ku pangkas. Ribuan ilalang yang tumbuh liar di sekeliling sebuah pohon perdu yang sangat rimbun. Kerimbunan yang nampak sejuk, sangat cukup untuk melindungi ilalang dari teriknya matahari yang semakin lama semakin mengganas. Sekilas terlihat sebuah pengharapan akan kehidupan yang lebih baik bagi ilalang dengan hadirnya perdu ditengah-tengahnya. Namun bukankah itu memang sudah takdir? Bukankah semua perdu memang rimbun? Semua perdu hidup menetap disarangnya. Hanya ilalang saja yang tumbuh tanpa diharapkan. Membuat kacau pemandangan disekelilingnya. Seperti itulah perasaanku sekarang, tak terkendali layakn...