Libur semester, tak terasa waktu melesat begitu cepat. Sudah satu setengah tahun aku tidak tinggal satu atap dengannya, tidak bisa menatap raut wajahnya ketika mata ini mulai terbuka dan terpejam, menyantap lauk sederhana yang selalu disediakannnya setiap hari di meja makan. Ibu, bagaimana kabarmu menjalani hari-hari ini sendirian?
Liburan ini, saat yang tepat menghabiskan waktu untuk menemaninya. Siapa lagi putrinya yang akan sering menjenguknya sebentar lagi ? Bahkan janjiku kala itu, akan sering pulang tatkala weekend gagal kupenuhi. Maafkan aku, ibu.
Liburan kali ini, usiamu hampir kepala lima. Dan sebentar lagi putri sulungmu akan menjemput impiannya di luar kota. Jauh, jauh dari rumah. Itu artinya, tanggung jawabku kini sebagai putri satu-satunya yang terdekat, yang harus melindungimu.
Ibu, usiaku 19th sekarang. Putri kecilmu sudah besar. Menjalani hidup hanya berdua sejak 6th terakhir. Yah, hanya berdua.
Satu setengah tahun. Aku yang selalu merasa terlalu sibuk dengan hidup baruku disini. Sering mengabaikanmu.
"Jangan lupa makan".
Oh maafkan aku ibu.
Bahkan doamu yang kau kirimkan untuk putri-putrimu tiada pernah terputus, tiada pernah terhenti, tiada pernah terlelah. Doa yang kau panjatkan di setiap sujudmu, di setiap tahajudmu hanya untuk kami.
Maaf ibu jika putri bungsumu ini sering menyusahkan, tidak penurut.
"Aku sudah besar ibu, jangan bandingkan aku dengan kakak".
Ibu, aku tau kau takut putri kecilmu kenapa-kenapa. Tapi ketahuilah ibu, putrimu kini telah beranjak dewasa. Engkau pula tau, dia sudah bisa merasakan seperti apa itu jatuh cinta kan?
"Bu, doakan hari ini aku ujian"
oh ibu, maaf. Bahkan aku meminta doa restu hanya ketika akan ujian. Padahal, aku tau ibu, doamu akan selalu terlantun setiap hari. Setiap apapun kondisiku.
Ibu, engkau tak pernah marah ketika aku bilang , "Bu, sepertinya nilaiku semester ini jelek karena lalalala~"
yah, aku memang selalu banyak alasan. Terlalu banyak mengeluh.
Beribu maaf dariku untumu ibu. Doaku, semoga Allah senantiasa melindungi dan memberi berkah untukmu. Karena engkaulah wanita paling mulia dan cahaya bagi kami. Bagi putri-putrimu.
Komentar
Posting Komentar