Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Koin di Era 4.0

15.30 : Jalan Raya Bogor. “ jangan menyerah ohhh…” Tiga pengamen beratribut gitar dengan bekas air minum dalam kemasan terpasang diujungnya, berada di depanku membawakan lagu D’Masiv “Jangan Menyerah”. Sangat jarang menemukan pengamen membawakan satu lagu full, terlebih dibawah perempatan lampu merah yang harus berpacu dengan waktu serta rintik hujan yang tinggal menunggu hitungan menit lagi jatuh ke tanah. Yang kerap kali ada dipikiranku ketika ada pengamen datang menghampiri suatu gerombolan adalah mereka akan memberi uang agar pengamen lekas pergi, atau menunggu sampai pengamen selesai bernyanyi baru diberi uang? Dan berdasarkan pengamatan, rata-rata opsi pertama lebih banyak dipilih, entah barangkali mereka tidak terlalu suka musik atau kehadiran pengamen dirasa menggangu quality time mereka. Aku sendiri lebih suka opsi kedua, kalau perlu sampai membawakan satu album baru diberi uang hehehe… Ku rogoh saku jaketku dan menemukan satu koin uang 500 rupiah, lalu ku mas...

Belajar dari Wali Songo

Masih teringat perbincangan beberapa hari lalu saat libur lebaran di rumah. Tidak dipungkiri memang berdiskusi dengan ayah adalah salah satu hal yang menyenangkan. Mulai dari membahas topik soal kehutanan dan problemnya di petani, kasus-kasus yang kurang lebih sama juga ditemukan dipeternak rakyat, dan satu lagi yang aku suka dari diskusi dengan ayah adalah soal politik dan pemerintahan. Jadi kemarin bermula dari berita tv soal kemelut capres yang nampaknya memang masih belum menemukan titik terang. Mungkin tulisan ini agak sedikit sensitive, tapi ya namanya juga opini, semua boleh beropini asal tidak ngawur dan berat sebelah.  “Yah, aku sempet nonton pidato Mahfud MD waktu itu di youtube, tapi kayaknya itu video lama. Katanya, sejak jaman pemerintahan Alm. Gus Dur, ada beberapa golongan yang pengen menjadikan Indonesia sebagai Negara Islam ya?” “Jadi nduk, kepengenan untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Islam itu sudah ada dari jaman masuknya Islam pertama kali di...

Tjatatan Peternakan: Daging Kerbau di Bakso ku (?)

Ramadhan ke-6 Tiada ramadhan terindah selain melewatinya bersama keluarga, menikmati masakan Ibu salah satunya. Barangkali, ramadhan tahun ini adalah salah satu ramadhan terbaik, dimana aku masih diberi kesempatan untuk menjalaninya dengan kemudahan, tubuh yang sehat dan lingkungan yang menunjang banget untuk memaksimalkan ibadahku selama sebulan kedepan. Kebetulan hari ini aku pulang dan Ibu masak menu kesukaanku, bakso. Salah satu kebiasaan Ibu dan kakakku tiap belanja bakso di pasar adalah selalu menanyakan “ kalau bakso merek ini aman ga?” Sedikit paham beberapa merek bakso-bakso yang biasa dijual di pasar becek khususnya daerah Jabodetabek. Dulu jaman masih kerja, kadang kerap bawa sampel-sampel bakso pasar untuk sekedar cek formalin dan boraks. Harga murah, ukuran besar, umur simpan lama, itu yang diinginkan konsumen pasar, dengan ketidak pedulian, acuh dan masa bodoh soal kandungan apa aja sih yang sebenernya ada di dalam bakso dengan kriteria seperti yang mereka ingi...