Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Takdir dan Rejeki yang Akan Tetap Tersampaikan

Ini adalah cerita beberapa hari lalu saat makan siang di salah satu kantin kampus, depan GWW. Cuaca lumayan terik-terik mendung dengan pengunjung kantin yang tidak terlalu padat, mungkin karena lokasinya jauh dari ruang-ruang kelas, atau bisa jadi karena harganya yang kurang pas karena sekali makan disana bisa dipakai dua kali makan nasi warteg di luar kampus hehe.. Sedikit kesulitan bagiku menyesuaikan makan disini. Beberapa mayoritas makanan berkuah pasti bersantan, sedangkan dalam sehari minimal sekali saja, biasanya aku makan makanan berkuah disamping sayur, dan berita buruknya adalah aku sangat tidak suka santan.. Hmm meuni riewuh pisan urangnya :( Akupun memutuskan memilih soto kuah bening walaupun tidak sebening kuah soto di jawa regional tengah. Duduk sendiri di salah satu bangku dengan menghadap jalan yang berseberangan dengan tempat parkir mobil. Saat itu, dari arah kanan tempatku duduk, terlihat dua orang tengah berjalan perlahan. Seorang wanita dan laki-laki. Dari...

Melodi Dini Hari

Bernyanyilah sekencangnya jika itu membuatmu lega Berteriaklah hingga parau jika dengan itu sesakmu berkurang Jangan risau meski jarum jam terus beranjak ke dini hari Tak perlu tak enak hati riuh berkompetisi dengan jangkrik Teruslah bernyanyi walau tak bermelodi Kulihat satu persatu raut gundah menghitung hari Menerima imbas ke khilafan atas konsekuensi ketidak adilan dari aturan manusia tingkat atas Yah.. tidak pernah ada makhluk yang adil Keadilan hanya milikNya Menyaksikan satu persatu membawa amplop tanda menyerah Kalah atas kenyataan bahwa rakyat bawah selalu salah Lusa, lorong ini akan semakin sunyi Tidak ada lantunan ayat-ayatNya selepas maghrib Tidak ada genjreng senar gitar tengah malam Saatnya satu persatu pulang Bukan karena ingin, tapi tak ada pilihan selain harus Sampai jumpa lagi Kawan-kawanku.. Cikalong Kulon, 23.16 WIB

Tjatatan Peternakan : Ketika Ayam adalah Koentji

Ini adalah tulisan pertama tentang dunia peternakan di blog ini. Dulu jaman semester awal kuliah, saat masih aktif menjadi anggota redaksi organisasi pers (eaaakk), menulis berita peternakan sudah jadi hal wajib. Tapi ya, menulis dengan deadline dan bahasa yang kaku itu itu seperti rasa cinta yang dipaksakan. Hmm.. ********** Beberapa hari terakhir, berita kenaikan harga ayam dan turunannya melonjak cukup fantastis. Update info kemarin dari teman, untuk harga ayam hidup dengan berat 0,7-1kg berkisar Rp 36.500, sedangkan untuk boneless dikisaran Rp57.000-Rp65.000. Hmm, padahal 4 bulan lalu, untuk harga boneless masih ada dikisaran Rp37.000. Begitupun harga telur. Untuk saat ini harga telur di pasar berada dikisaran Rp28.000-Rp30.000/kg, bahkan lebih. Lebih miris lagi, dari berita yang saya peroleh beberapa hari lalu, di Ternate bahkan harga 1kg telur mencapai Rp40.000. Wow! Kira-kira, kenapa hal tersebut bisa terjadi? Seperti yang kita tau, biaya produksi terbesar dari pe...

Tjatatan 1 : Hari Ke Empat Bulan Sepuluh

Tulisan ini bermula dari beberapa menit yang lalu, usai mendengar tausiyah ustad Hanan Attaki di channel youtube. Walaupun sebenarnya, tema tersebut sudah pernah saya tonton sebelumnya, tapi mungkin kala itu sedang tidak ada keinginan untuk menulis, jadi yaa.. terlewat begitu saja. Seperti biasa, ustad Hanan selalu mengisi tausiyah di majelis taklim yang mayoritas memang jamaahnya kalangan muda. Di data tercatat, jumlah pendaftar sebanyak 2000 orang, tapi ternyata yang hadir lebih dari 3000 orang. Kemudian beliaupun berkata, “Subhanallah, begitu luar biasanya Allah membolak balikkan hati hambaNya, yang tadinya mungkin 1000an orang tidak ada keinginan untuk mengikuti majelis taklim, tapi kemudian digerakkan hatinya untuk hadir. Begitu banyak orang saja Allah mampu untuk membolak balikkan hatinya, apalagi jika membolak balikkan dan menggerakkan hati yang hanya   satu orang...” ********** Tjatatan 1           ...

Ramadhan, Cinta dan Doa-doa yang Masih Tersimpan

Cikalongkulon, 4 Ramadhan 1439 H Menikmati suasana hutan yang syahdu, mesin-mesin pabrik yang teridur pulas sehari setelah bekerja keras sepanjang minggu , dan kesetiaan wifi yang selalu berbaik hati membawaku ketempat mana saja meski tak beranjak, seperti pintu kemana saja doraemon! Ramadhan, bulan yang selalu dinanti disetiap tahun. Ramadhan diperantauan, jauh dari keluarga, sudah biasa. Mungkin itu seninya, supaya Lebaran bisa benar-benar menjadi moment “kembali”, kembali mendekatkan yang jauh, kembali memulai hal baru, yang mungkin terlupakan dalam setahun karena jarak. Syukurku, setiap ramadhan selalu berada ditengah orang-orang yang berbeda. Selalu berada disituasi yang beragam. Ramadhan dirumah sepanjang masa kecil sudah pasti menjadi ramadhan yang paling dirindukan. Ramadhan diperantauan, bersama teman-teman seperjuangan dalam menuntut ilmu, saling ketuk pintu membangunkan sahur, jalan cari warung mana yang buka dini hari, tarawih bareng, tak kalah ngangenin. Ra...

Sekarung Salak dalam Bus

Entah berapa suhu udara untuk dua hari ini. Rasanya begitu haredang. Dibeberapa update story instagram atau whatssap yang kuadapati dari netijen yang berkeluh tentang suhu udara yang sedang meningkat. Kupikir ini hanya hawa ibu kota yang membuatku sedikit tidak betah. Long weekend, macet. Yah, sesuatu yang begitu mahal dari kehidupan ibu kota adalah waktu dan kesabaran. Sedikit ingin berbagi kisah sederhana yang kutemukan siang tadi, diperjalanan pulang menuju Cianjur. Pertama kalinya naik bus dari dari terminal Kampung Rambutan yang ternyata lumayan luas dan lumayan membingungkan karena kebanyakan adalah trayek bus jurusan antar provinsi. Untung ada si bapak ojek online berbaik hati mengejarkan bus yang sudah beranjak melaju keluar terminal. Alhamdulillah, jadi bisa langsung dapat bus tanpa harus menunggu. Di perjalanan meninggalkan terminal, pedagang berjualan silih berganti. Dari yang jualan makanan, pernak pernik, barang yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal. Yah namanya j...