Lebih dari kepala dua, dan baru ku tau jika rindu itu berwarna. Hitam, pekat sekali, seperti berada di perut goa dengan mata terpejam. Melihatmu dari jauh itu sudah biasa, hanya merasakanmu dari jauh yang belum membuatku terbiasa. Merapatkan kepala diatas gumulan bantal dan menarik selimut dengan bergegas, seakan ingin tidur lebih panjang dengan harap bisa bertemu denganmu lebih lama. Satu malam terlewati, namun belum bisa ku menemukan sosokmu. Kupikir, mungkin besok, atau lusa. Begitupun ritual itu selalu ku ulang, tapi tak kunjung ku temukan sebuah perjumpaan. Beberapa episode dalam setiap terpejamnya mata, kuharap ada satu episode singkat kita duduk berdua meski hanya berkeras dalam diam. Tapi nyatanya, belum pernah ada satu episode pun tayang perdana disebuah kisah mimpi. Aku mulai jengah, kapan aku berhenti mengulang yang seperti ini. Tidur nyenyak tanpa repot merencanakan tentang mimpi, karna kenyataan lebih indah dari sebuah bunga tidur. Ya begitulah, mungkin mimpi dan rindu itu berkorelasi. Tapi bagaimana korelasinya, aku belum bisa menjelaskan secara ilmu alam.
Tenggelam didalam kekalutan sebuah rindu, kurasa sama payahnya seperti tenggelam ditengah lautan disaat kamu mendayung sebuah perahu dan, karam. Seberapa mahirpun kemampuan berenangmu, tetap saja, ombak lebih mahir membuatmu terombang-ambing tanpa pernah kamu tau, kapan ia akan membawamu pulang ke tepi pantai. Aku mulai ragu, misi penyelamatan soal rindu adalah permasalahan tentang waktu, atau tentang usaha? Entahlah.. Mungkin aku hanya makhluk kecil yang terkadang memiliki rasa penasaran yang lebih besar dari ukuran tubuh yang akhir-akhir ini kian meringan.
Jika membicarakan tentang rindu, terkadang aku selalu ingat tulisan seorang teman. Begini kurang lebih bunyinya, "Doa, aku ingin memelukmu tanpa harus menyentuhmu". Terdengar bijak sekali bukan? Untuk hari esok yang tidak pasti, untuk usaha yang belum menemukan jalan, dan untuk rindu yang belum terjawab, doa adalah sebaik-baik usaha, dan penyelesaiannya, biar Dia yang menentukan. Tidaklah Dia akan mengecewakan hamba yang mempercayakan segala permasalahan kepadaNya. Maka dari itu, jika rindu, rindu saja.
Komentar
Posting Komentar