Jika kaum kalian menganggap perempuan adalah makhluk yang rumit, mungkin benar, karena segala sesuatunya pastilah selalu dikaitkan dengan perasaan. Tidak seperti kaum kalian, cukup berpikir rasional dan semua permasalahan akan selesai.
Jika perempuan sering dianggap banyak maunya dan merepotkan, mungkin juga tak keliru karena pikiran dan tenaganya tidak sekuat kalian menyelesaikan semuanya.
Marahnya perempuan karena kaum kalian bukan berarti dia benci. Itu hanyalah salah satu cara mengekspresikan kekhawatiran yang entah bagaimana lagi mereka ungkapkan. Karena kami adalah kaum dengan sejuta kekhawatiran.
Ketika perempuan dianggap banyak bicara, ketahuilah sebenarnya mereka sedang belajar. Belajar bagaimana membaca apa yang kalian pikirkan dan rasakan dalam diam.
Ketika perempuan bilang "aku tidak apa-apa". Perlu kalian tau kalau itu bohong. Dia hanya tidak ingin kalian mencemaskannya.
Kaum kami selalu ingin terlihat mandiri, sama seperti kalian. Hanya saja cara kita yang berbeda. Cara kami mandiri adalah dengan selalu melihat kalian, tapi cara kalian mandiri tidak pernah memandang kami.
Ketika putus cinta, kami dan kalian pasti merasakan sakit yang sama. Hanya saja kaum kalian lebih cepat bangkit, karena kalian menatap hari esok dengan mata, dan kaum kami tetap saja menatap dengan hati.
Saat mencintai, kaum kalian lebih mudah mendapat apa yang kalian rasa. Tidak seperti kaum kami yang hanya mampu memendam, yang hanya mampu menanti.
Kata mereka, dalam hidup, kita harus bertemu dengan 2 orang. Pertama, orang yang kau cinta namun tidak mencintaimu. Darinya kau akan belajar bahwa tidak semua hal itu benar. Tidak semua hal yang indah dan membuat jantung berdegup kencang berarti takdirmu. Tidak semua hal, sepayah apapun kau… Sepertinya aku sudah bertemu dengan salah satunya.
Komentar
Posting Komentar