Lepas tengah malam. Terbangun dari rasa kecewa yang entahlah, rasanya begitu saja. Begitu abstrak. Sebenarnya ada dua hal yang terjadi kemarin. Bahagia dan kecewa. Tapi sepertinya sifat kecewa lebih dominan terhadap kebahagiaan yang lebih resesif tertutupi. Dia, memang Sang Maha pembolak-balikkan hati hambaNya. Semalam lalu, bahkan aku tidur sangat larut hanya untuk satu hal. Bagiku, masalah hati bukan untuk main-main. Seandainya kamu tau, kemarin tepat seratus hari kita saling kenal. Hemh, bagimu mungkin itu sangat biasa. Yah, biasa. Aku hanyalah sebagian kecil dari yang lainnya lain-lainmu bukan? Aku masih ingat saat itu. Pertama kalinya aku dipertemukan denganmu dalam sebuah lingkaran. Lingkaran baru dimana aku dan kamu adalah penghuni-penghuni awalnya. Saat itu, kita duduk saling seberang. Dan aku tidak pernah mengerti siapa kamu, begitu pula denganmu yang sama halnya denganku. Hari ke seratus terhitung sejak saat itu. Bukan dari saat kita pertama kali bertemu. Seratus hari, ter...
Selamat datang.. Ini hanya sedikit catatan sederhana. Aku menulis dan kamu membaca, semoga berkesan yaa.. Terima kasih sudah berkunjung :)