Entah sudah berapa jam aku tepekur disini, mataku sembab, pipiku basah oleh rintik air mata. Pukul 11 malam sekarang. Dinding kamar terasa begitu dingin meski diluar tidak hujan, tak juga berangin badai. Aku masih terus terisak dikala semua tak bergeming. Aku sangat kalut ketika semua bermulai tanpa awal. Tanpa alasan kenapa ia tumbuh begitu saja, tanpa berniat untuk ku pangkas. Ribuan ilalang yang tumbuh liar di sekeliling sebuah pohon perdu yang sangat rimbun. Kerimbunan yang nampak sejuk, sangat cukup untuk melindungi ilalang dari teriknya matahari yang semakin lama semakin mengganas. Sekilas terlihat sebuah pengharapan akan kehidupan yang lebih baik bagi ilalang dengan hadirnya perdu ditengah-tengahnya. Namun bukankah itu memang sudah takdir? Bukankah semua perdu memang rimbun? Semua perdu hidup menetap disarangnya. Hanya ilalang saja yang tumbuh tanpa diharapkan. Membuat kacau pemandangan disekelilingnya. Seperti itulah perasaanku sekarang, tak terkendali layakn...
Selamat datang.. Ini hanya sedikit catatan sederhana. Aku menulis dan kamu membaca, semoga berkesan yaa.. Terima kasih sudah berkunjung :)