Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Bukan Salah Ilalang

Entah sudah berapa jam aku tepekur disini, mataku sembab, pipiku basah oleh rintik air mata. Pukul 11 malam sekarang. Dinding kamar terasa begitu dingin meski diluar tidak hujan,   tak juga berangin badai.   Aku masih terus terisak dikala semua tak bergeming. Aku sangat kalut ketika semua bermulai tanpa awal. Tanpa alasan kenapa ia tumbuh begitu saja, tanpa berniat untuk ku pangkas. Ribuan ilalang yang tumbuh liar di sekeliling sebuah pohon perdu yang sangat rimbun. Kerimbunan yang nampak sejuk, sangat cukup untuk melindungi ilalang dari teriknya matahari yang semakin lama semakin mengganas. Sekilas terlihat sebuah pengharapan akan kehidupan yang lebih baik bagi ilalang dengan hadirnya perdu ditengah-tengahnya. Namun bukankah itu memang sudah takdir? Bukankah semua perdu memang rimbun? Semua perdu hidup menetap disarangnya. Hanya ilalang saja yang tumbuh tanpa diharapkan. Membuat kacau pemandangan disekelilingnya. Seperti itulah perasaanku sekarang, tak terkendali layakn...

My First

BAB 2 Jam berapa, De?                 Rintik hujan membasahi kota Solo sejak lima jam yang lalu. Sekarang pukul 21.00 WIB. Suasana nampak sepi, lengang. Hawa dingin membuat orang-orang malas beraktivitas. Di balik jendela itu, lampu masih terang menyala, memperlihatkan penghuninya yang belum berselera memejamkan mata seperti dua tiga jendela kamar di sebelahnya.                 Handphone dengan ringtone Spongebob terdengar berisik sejak tadi, entah pemiliknya yang memang tidak mendengar, atau sengaja tidak tidak memperdulikan “panggilan” orang yang di seberang sana.                 “Halo Mik, sori gue lagi di kamar mandi, nggak denger kamu telfon. Ada apa Mik?”si pemilik handphone akhirnya bersuara, meskipun berbohong. Sejak tadi dia sibuk di depan...

My first

  BAB I  Salam Kenal ! “Cie… Dea kemarin janjian sama Adi hlo nggak masuk sekolah.. hahaha”                 Suara gaduh semakin riuh melintasi sepanjang koridor kelas 3B. Dua anak berseragam putih merah itu nampak tersudut oleh cercaan teman-temannya. Si perempuan terlihat tak sanggup lagi menahan rasa malunya hingga beberapa detik kemudian, air mata berderai membasahi pipinya yang nampak kemerahan. Si laki-laki hanya bisa menggigit bibir sembari menatap si perempuan dengan tatapan penuh rasa bersalah.    *****                 “De, deaa… lu dengerin gue nggak sih?                 “Duh, sori ta, gue masih ngantuk. Semalem gue mimpi Adi lagi. Udah 8 tahun gue nggak ketemu dia. Hemh, kayak apa ya dia sekarang? Kira-kira...