Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Rindu saja, tidak apa.

Lebih dari kepala dua, dan baru ku tau jika rindu itu berwarna. Hitam, pekat sekali, seperti berada di perut goa dengan mata terpejam. Melihatmu dari jauh itu sudah biasa, hanya merasakanmu dari  jauh yang belum membuatku terbiasa. Merapatkan kepala diatas gumulan bantal dan menarik selimut dengan bergegas, seakan ingin tidur lebih panjang dengan harap bisa bertemu denganmu lebih lama. Satu malam terlewati, namun belum bisa ku menemukan sosokmu. Kupikir, mungkin besok, atau lusa. Begitupun ritual itu selalu ku ulang, tapi tak kunjung ku temukan sebuah perjumpaan. Beberapa episode dalam setiap terpejamnya mata, kuharap ada satu episode singkat kita duduk berdua meski hanya berkeras dalam diam. Tapi nyatanya, belum pernah ada satu episode pun tayang perdana disebuah kisah mimpi. Aku mulai jengah, kapan aku berhenti mengulang yang seperti ini. Tidur nyenyak tanpa repot merencanakan tentang mimpi, karna kenyataan lebih indah dari sebuah bunga tidur. Ya begitulah, mungkin mimpi dan rind...