Jarum jam berimpit mendekat segaris lurus, pertanda tengah malam sejengkal lagi. Seseorang berbaring menanti kabar diimbas detik yang terus berpindah hingga kembali ke angka pertama. Lantunan melodi radio yang entah syair kesekian ribu menyelinap dari balik udara. Dinding petak tak ubahnya kawan setia yang enggan beranjak, bersikukuh berdiri diantara kebisuan. Wanita dan penantian, bak label dengan sepaket kodrat paten. Benarkah? Wanita dan penantian, seperti kayu lapuk tergerus air hujan, tajam-tajam. Begitukah? Wanita dan penantian, seakan berjalan diatas beling tanpa alas. Seperti itukah? Wanita dan penantian, hanyalah pilihan. Wanita dan penantian, adalah keputusan. Jangan pernah salahkan kelahiran kami sebagai perasa. Yang tumbuh dengan sejuta kekhawatiran penuh tanda tanya abstrak tanpa seorangpun diberi tau mengapa. Berjalanlah sejauh manapun, selama berapapun. Nanti, saat kau lelah dan pulang, ketahuilah, sepasang kantong mata tebal menolak terpejam demi sebuah kedatang...
Selamat datang.. Ini hanya sedikit catatan sederhana. Aku menulis dan kamu membaca, semoga berkesan yaa.. Terima kasih sudah berkunjung :)